Blog Entrytake a walk on a wild sideJul 8, '08 11:50 PM
for everyone
mari langkahkan kaki di ujung jalan thamrin
sambil dikedipi gemerlap centil grand indonesia
tak sejahat menara mayapada
yang biasa temani malamku tahun-tahun kemarin

tertawaselusurikekanakan
tak mau pulang
belum

semalamakumimpisuarakukembali
bernyanyi lagu pop
merayu

kebon kacang yang oh so urban
arsitektur mesjid bersertifikat timur tengah
aku rasa kalian akan beranak buku di sana

lewati bewok salon...

berlainan keperluan rutin ke sana
satu jaman orang berbondong mencari satu gram putih
jaman lain setiap hari datang jambangi pacar

sekarang

bersama kalian kamerad,

hahahhahahhaha...

aku hanya bisa tertawa
tanpa tahu kenapa






*take a walk on a wild side adalah lagu dari Lou reed di album Transformer


blackuniverse wrote on Jul 9
aku kecanduan gedung-gedung dingin
mungkin karena kota ini panasnya
telanjangi hati

panasnya

telanjangi sudirman
dari trench coat
perunggu

(selamanya dingin dalam demam)

waktu kecil kita berebutan kejar tukang es balok
dunia seketika dingin, tangan-tangan mungil merekat
di beku sejenak. walaupun merah namun tak ada sedikitpun
panas tertinggal

(seperti pemuda berapi bercawat mawar berduri)

kita kecanduan segala yang mengunci kita dari candu
temanku jatuh cinta pada saat-saat bercinta
aku tergila-gila pada perasaan jadi gila
makhluk lemah seperti kita,
sampai kapan bertahan di bumi?

aku hanya bisa bertanya
sedih berkepanjangan
edophilia wrote on Jul 9, edited on Jul 9
pulang...
kembali tertidur di kasur dingin
pertanyaan berkepanjangan
aku hanya bisa sedih

justru ini yang buatku bertahan di bumi
teguk terus itu sirup kehidupan rasa frambozen
merah seperti darah, masam
kecut seperti keringat

kota ini cantik
seperti bulu macan bermotif batik
kota ini sendu
seperti canda seniman bernama randu

kota ini kamu
aku
blackuniverse wrote on Jul 9, edited on Jul 9
ada macan bermotif batik lompat-lompat
dari grand indonesia, melesat ke puncak
plaza di sebelahnya. meraaaaaaaaaaaaauuung.

aku yang sedang hahahihi dengan ojek yang tetangga
(atau tetangga yang ojek?) kaget sampai pipis orgasmik

buru-buru aku iyakan tawaran diantar sampai depan rumah
sambil terus menengok ke belakang, seperti selebriti yang
merindukan liputan.

di puncak bangunan serbaguna (tampak dari sela-sela robekan
tirai jendela kamarku), aku lihat si macan nangkring di huruf-huruf logam
menjilat-jilat tubuhnya, lalu kembali meraaaaaaaaauuuuuunngggggggggg.

aku ngumpet di balik selimut pinjaman dari pacar
keringat dingin pecah, berharap kedamaian dvd bajakan.

lalu terbangun pukul lima lewat lima.
selamat tidur dunia!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help